Kapitalisme yang Merasuk ke dalam Indonesia

Definisi

Ideologi Kapitalisme (yang menurut saya; cinta harta) oleh Adam Smith adalah sebuah ideologi yang digunakan oleh sebagian besar golongan atas/konglomerat untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya kepada dirinya sendiri. Dalam hal ini, masyarakat digunakan sebagai alat penggerak kesejahteraan bagi dirinya dengan cara mempekerjakan orang banyak dengan upah ’secukupnya’. Oleh sebab itu jangan heran apabila sekarang banyak orang yang mau jadi dibayar kecil, tetapi dengan resiko pekerjaan yang tinggi, seperti buruh. Bahkan banyak buruh yang ditindas, diperas, dan dijadikan alat oleh seorang yang kapitalis.

“Tanpa definisi, kita tidak akan pernah bisa sampai pada sebuah konsep.” (Ibnu Sina)

Tinta Sejarah, Upaya Revolusi Ekonomi

Ketika kita bebas dari kolonialisme, ekonomi Indonesia sangatlah memprihatinkan. Indonesia yang belum mempunyai kekuatan ekonomi untuk membiayai rakyatnya sendiri saja sudah mempunyai hutang bermilyar-milyar Pondsterling kepada pihak Belanda sesuai perjanjian KMB. Atas dasar itulah timbul pemikiran dari Presiden Soekarno untuk dapat membawa ekonomi Indonesia menjadi maju dan berkembang secara perlahan namun pasti. Melawan kekuatan ekonomi dunia, Soekarno mencanangkan progamkan berdikari (Berdiri Diatas Kaki Sendiri) kepada rakyat Indonesia. Hal ini bertujuan agar tidak ada perbedaan golongan kaya atau miskin dalam masyarakat, dan tidak meminjam-minjam uang lagi kepada negara lain. Bangsa Indonesia diajar untuk tidak menganut kapitalisme atau sosialisme, melainkan mencari jalan tengah terbaik dengan menggabungkan kedua paham ekonomi tersebut.

Pemikiran Soekarno ini sangat ditentang oleh beberapa golongan yang fanatik akan ideologi Kapitalisme, terutama oleh ‘Barat’ yang menganggap Indonesia semakin dekat dengan Komunis-Sosialis. Sebab mereka ingin memasuki wilayah Indonesia sebagai jajahan ekonominya. Potensi SDA Indonesia yang begitu melimpah membuat siapapun yang sadar akan hal itu tergiur dan bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan kekayaan tersebut.

Sayangnya, kekuatan dan keberanian Soekarno dalam menentang Barat membuat mereka tidak dapat memasuki ‘pemahaman’ tersebut ke Indonesia. Soekarno sudah dapat meramalkan apa yang terjadi jika rakyat Indonesia menganut Kapitalisme semata. Oleh sebab itu, ia menutup rapat-rapat celah masuknya Kapitalisme di Indonesia.

Kekhawatiran Barat – terutama Amerika Serikat pasca tewasnya Presiden J.F. Kennedy, sahabat dekat yang mendukung pemikiran Soekarno – semakin muncul apabila Soekarno masih menjadi orang yang sangat berpengaruh bagi rakyat Indonesia dalam mencegah masuknya kapitalis di Indonesia. Oleh sebab itu, mereka berusaha mencari cara untuk menyingkirkan Soekarno dan antek-anteknya dengan cara menggulingkan mereka dari pemerintahan, membinasakan peran beliau di mata masyarakat, dan mengisi pemerintahan RI baru dengan sosok yang pro terhadap Barat dan berpaham kapitalis. Baru setelah itu, mereka mengobarkan paham ‘Globalisasi‘ kepada masyarakat Indonesia dengan iming-iming kemajuan,yang padahal hanya sebagai alat kaum kapitalis untuk memperkuat dan memperlebar jaringannya di dunia.

Jika dihubungkan dengan peran Amerika Serikat dalam peristiwa G 30 S, kita dapat menarik suatu benang merah bahwa salah satu faktor pendorong terjadinya insiden kontroversial tersebut ialah keganasan Amerika, dkk melalui CIA untuk menggulingkan Soekarno dari kekuasaanya. Peristiwa G 30 S hanyalah sebuah praktik dari rekayasa barat terhadap Indonesia agar Indonesia terlepas dari berdikari dan hubungan dekatnya dengan komunis Uni Soviet yang akhirnya menyebabkan pemerintahan Soekarno jatuh dan digantikan dengan pemerintahan dengan sebuah sistem ekonomi baru yang dipimpin Presiden Soehato, bernama kapitalis.

Era Baru, Revolusi Dimulai

Bangsa Indonesia mulai memasuki era Ekonomi – Kapitalis sejak pasca G 30 S. Dimana, para Jendral yang menjadi korban adalah korban dari sebuah Kapitalisme yang diagung-agungkan oleh Barat.

Era Baru Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Soeharto sangat membuka jalan bagi Globalisasi/Kapitalisme untuk masuk di Indonesia. Banyak Revolusi yang terjadi kepada rakyat. Bagi ia yang ber-uang dan berilmu dapat dengan mudah memperoleh status “Konglomerat”, dan bagi dia yang bodoh dan miskin mendapat status “Kaum Papa”. Di era Soeharto, Indonesia terus menerus meminjam dana kepada barat yang terus menambah hutang luar negeri Indonesia. Dimana hutang ini akan jatuh tempo pada tahun 1998.

Praktik Awal daripada Revolusi

Praktik daripada revolusi ini sudah terbentuk sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan. Mengapa saya berasumsi bahwa PBB merupakan cara praktik pertama Barat menguasai dunia? Karena PBB memiliki “The Big 5″. Jika tujuan PBB untuk membantu dunia lepas dari belenggu kemiskinan, mengapa harus ada “The Big 5″ yang punya hak veto?

Ilustrasi cinta uang

Justru, dengan adanya The Big 5 (Inggris, Perancis, Amerika Serikat, China/RRC, Rusia/Uni Soviet) malah membuat dunia semakin terpuruk. Karena, hak the big 5 membuat negara-negara lain tidak bisa berekspresi bebas untuk negaranya (seperti halnya pembuatan nuklir, yang hanya boleh dilakukan oleh The Big 5). Ditambah dengan hak veto, yaitu hak membatalkan perjanjian di dalam perundingan.

Praktek Berikut daripada Revolusi

Organisasi IMF (International Monetary Fund), World Bank, IGGI dan Organisasi lainnya, terutama terhadap lembaga ekonomi yang berdomisili di bawah naungan PBB merupakan alat penggerak program  Kapitalisme terhadap dunia miskin dan berkembang.  Terutama kawasan Asia-Afrika, dan wilayah miskin-berkembang lainnya. PT. Freeport menjadi bukti bahwa perjanjian kapitalisme terhadap Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Borok di Papua tersebut masih tidak bisa diusir sampai saat ini.

Globalisasi dalam ekonomi, semakin membawa Indonesia menjadi budak para konglomerat barat. Minyak Indonesia saja 92% dikuasai konglomerat, sisanya 8% baru dikuasai PERTAMINA. Oleh sebab itu, harga minyak sangat mahal. Bagi saya, untuk apa kita mengikuti tren harga minyak dunia jika kita punya surga minyak di bawah kaki negara ini sendiri?

Itu baru contoh kecil. Masih banyak lagi contoh kekuasaan kapitalis yang menggerogoti Indonesia, salah satunya adalah ketergantungan masyarakat Indonesia untuk menggunakan merk-merk buatan luar negeri. Padahal bahan mentahnya diproduksi dari Indonesia. Sungguh ironis sekali melihat mental masyarakat kita yang sangat mengagungkan Barat.

Bagaimana kita dapat keluar dari jeratan kapitalis ini? Semua sudah terjadi. Sulit memang, sangat sulit. Sebab ‘kanker’ tersebut sudah merasuk terlalu dalam ke dalam mental bangsa. Hanya satu yang dapat kita lakukan, tetaplah mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan diri sendiri! Mari kita mulai dari hal yang kecil saja, contohnya dengan membeli produk-produk buatan asli Indonesia sehingga menambah kemakmuran orang Indonesia itu sendiri.

JAYALAH INDONESIA! (bossga)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s