Soekarno – Soeharto, 2 Orang Penentu Nasib Bangsa

Tulisan ini sebelumnya telah saya tulis di blog tumblr saya http://bossgahutagalung.tumblr.com

Soekarno dan Soeharto. Mereka berdua adalah dua sosok penting dalam pembangunan Bangsa Indonesia. Kilas balik menegai cerita kedua mantan presiden kita ini, ada yang menarik yang membekas di hati saya. Ya, cerita itu adalah kontroversi kejatuhan Soekarno di tengah memuncaknya nama Soeharto. Hal ini dimulai sejak Gerakan 30 September 1965, atau yang lebih dikenal G 30 S dimana sosok seorang Bapak Pendiri Bangsa/Proklamator Ir. Soekarno mulai disaingi dengan Panglima KOSTRAD Soeharto.

Soekarno lahir pada tanggal 06 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur (RALAT: Surabaya, Jawa Timur). Sejak dari kandungan, Ia sudah akan diramalkan menjadi orang sukses dimana ia menjadi panutan dan pembawa revolusi dunia. Ia lahir sama seperti Bung Hatta, di dalam kondisi subuh ketika fajar baru menyingsing. Hal yang menurut kepercayaan Jawa bahwa orang itu akan menjadi panutan bagi bangsa dan pembawa perubahan bagi bangsa. Semasa hidup, dapat bisa dikatakan bahwa 90% hidup Sukarno diberikannya demi NKRI dan Rakyat.

Jembatan emas bangsa dimulai pada tanggal 17 Agustus 1945. Bersama Mohammad Hatta, Sukarno memproklamasikan Kemerdekaan didepan rakyat banyak. setelah itu, Ia dilantik menjadi Presiden bersama Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden sah Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.

Ketika itu, sehari setelah peristiwa proklamasi, unsur-unsur NKRI sedang diproses. Diurutkan:

  1. 17 Agustus 1945     =  Rakyat
  2. 18 Agustus 1945      =  Pemerintahan yang berdaulat, Undang²
  3. 19 Agustus 1945      =  Wilayah Negara

Perjuangan bangsa dibawah pimpinan Presiden Soekarno mengalami sejarah yang panjang dan mengesankan. Hal yang tidak terduga, dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, nama Indonesia bisa berkibar diatas panggung dunia internasional, Indonesia dapat menyaingi Amerika Serikat dan bahkan mendapat julukan “negara terkuat ke-2 di Asia dalam bidang pertahanan”. Pidato-pidato politik Bung Karno selalu mendapat respon positif dari dunia Internasional, bahkan rakyatnya saja berebut tempat hanya untuk mendengarkan pidato-pidato Bung Karno. Hal inilah yang membuat Bung Karno seakan-akan menjadi cerminan hidup bangsa. Ideologinya yang kuat tentang Pancasila dan ajaran-ajarannya menjadi tolak ukur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga orang yang mendengar Indonesia sepintas mengingat Soekarno sebagai pendirinya.

Hingga pada suatu ketika, karena pengaruhnya ke dunia luar yang begitu hebat dalam mempropagandakan pemahamannya tentang upaya Gerakan Non-Blok, OLDEFO dan NEFO yang bertentangan dengan apa yang dibuat, diajarkan United Nations / PBB; keberaniannya untuk menolak Malaysia dan perlawanannya kepada Amerika Serikat sepeninggal JF Kennedy membuat Soekarno menjadi sasaran target dunia-dunia adikuasa untuk menghancurkan pemerintahannya yang begitu kuat. Posisinya yang penting ternyata dianggap dapat membahayakan keberadaan pengaruh politik barat di negara-negara miskin dan berkembang. Inilah salah satu penyebab peristiwa G 30 S.

Kejadian G 30 S sangat menjatuhkan nama Soekarno. Dimana-mana mulai timbul mosi tidak percaya terhadap pimpinan nomor 1 di Indonesia ini. Hal ini bertambah parah karena timbulnya kepercayaan rakyat terhadap Soeharto yang sukses dalam melaksanakan misinya pada Serangan Umum 1 Maret. Peristiwa G 30 S membuat Soeharto sukses mempropagandakan nama PKI sebagai dalang dari G 30 S. Ia (Lahir di Kemusuk, Yogyakarta, 8 Juni 1921) yang saat itu menjadi PANGKOSTRAD secara tiba-tiba menjadi begitu berarti dimata masyarakat.

Operasi Penumpasan G 30 S/PKI

Hal itu tak pelak membuat masyarakat menuntut pembubaran partai komunis terbesar di Indonesia itu (PKI menjadi partai terkuat dan pesaing tebesar Angkatan Darat pada pemilu ‘55). Tuntutan itu tentu tidak dapat dikabulkan begitu saja oleh Sukarno, mengingat ajarannya tentang NASAKOM yang bertolak belakang jika ia membubarkan PKI yang berlandaskan komunis.

[Perlu diingat, NASAKOM bukanlah sebuah ideologi dasar negara. Sebab dasar negara Republik Indonesia adalah Pancasila yang bersifat bertolak belakang dengan IDEOLOGI KOMUNISME!]

Pengangkatan Suharto menggantikan LetJend. A. Yani yang gugur dalam G 30 S menjadi celah awal dalam pengaruhnya menggulingkan pemerintahan Sukarno. Celahnya semakin terbuka ketika ia diangkat menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat. Ditambah dengan sifatnya yang katanya berpihak kepada masyarakat mendukung aksi pembubaran PKI. Perhatian masyarakat semakin menjauh dari Soekarno dan berpaling kearah Soeharto. Pidato-pidato politik Bung Karno yang biasanya menggugah masyarakat, kini dianggap sebagai dongeng menjelang tidur. Nama Soekarno mulai pudar dengan begitu cepatnya di mata masyarakat dalam kurun waktu < 1 tahun.

Penyerahan Surat Perintah 11 Maret 1966 (SUPERSEMAR) menjadikan Soekarno berada di ujung tanduk. Penyerahan Surat kontroversial yang disertai penodongan itu memperlebar celah Suharto untuk masuk ke dalam urusan pemerintahan presiden. Ia langsung melakukan berbagai tindakan, diantaranya:

  1. Pembubaran PKI,
  2. Reshuffle anggota MPR dari yang pro Soekarno menjadi pro Soeharto,
  3. Reshuffle kabinet dan pembentukan kabinet Ampera

Ketiga tindakan Soeharto itu semakin membuat kewibawaan Sukarno berada di pinggir jurang kematian. Padahal Sukarno masih menjabat Presiden RI dan ia sendiri mengatakan bahwa penyerahan SP 11 Maret merupakan surat penugasan untuk memulihkan keadaan, bukan untuk mengatur pemerintahan! [Klik: DISINI]

Pelantikan Presiden Suharto

Tetapi apa mau dikata. Semua usaha dalam mengembalikan kewibawaan Presiden pertama RI itu sia-sia. Karena pada akhirnya, Soekarno dipecat (tanpa diberikan hak untuk pidato pertanggung jawaban) dari kursi Presiden Republik Indonesia oleh MPRS pada Februari 1967, dan kekuasaannya digantikan oleh Presiden Soeharto. Itulah awal pemerintahan Soeharto: Orde Baru;dan akhir dari pemerintahan Soekarno: Orde Lama.

Saya memanglah Soekarnois, tetapi saya tidak membenci Soeharto. Karena kedua orang ini telah berjasa membangun Indonesia. Kalau boleh dibilang jaman Soeharto masih lebih baik daripada Reformasi yang boleh dijuluki ‘sok demokratis’. Lagipula, mungkin jika tidak ada Soeharto, Serangan Umum 1 Maret tidak akan berhasil dan Soekarno tetap akan menjadi Presiden seumur hidup  (Bossga)

7 pemikiran pada “Soekarno – Soeharto, 2 Orang Penentu Nasib Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s