Monumen Sang Bung Besar

 

SUGBK

 

Pernahkah anda mendengar, Patung Dirgantara? Hotel Indonesia? Jembatan Semanggi?  Gelanggang Olah Raga Bung Karno, Senayan? Patung Selamat Datang di bundaran Hotel Indonesia? Patung Pembebasan Irian Barat? Dan Monumen Nasional di Gambir yang menjadi icon Indonesia?

Ya, kesemuanya itu merupakan sebagian bangunan – bangunan yang didirikan langsung oleh Bung Karno pada masa pemerintahannya. Dalam membangun setiap monumennya itu, ia mengatakan, bahwa semangat bangsa harus mempunyai simbol! Simbol semangat Bangsa Indonesia yang berkobar-kobar dan sikap Bangsa yang sopan santun.

Kesetiap bangunan itu mempunyai sejarah tersendiri di hati Bung Karno. Terutama duka yang berada dibalik pembangunan monumen patung Dirgantara di daerah Pancoran. Hal ini diungkapkan oleh salah satu sahabat wordpress, Bung Roso Daras dalam tulisannya yang berjudul: “Patung Dirgantara, dan Duka Dibaliknya”.

Tidak heran, dalam setiap pembangunan itu selalu terjadi pro dan kontra didalam masyarakat. Sebagian orang mengatakan bahwa pembangunan itu merupakan pemborosan dan proyek mercusuar serta lambang kesombongan Bung Karno. Pasti selalu saja ada protes dari masyarakat dalam setiap pembangunan-pembangunan yang digagas Bung Karno. Tetapi apa? Bung Karno terus saja melanjutkan proyek tersebut. Malahan, Bung Karno pernah mengatakan  dengan lantang dalam salah satu pidatonya, “Ciri-ciri manusia besar, terletak pada peninggalannya yang kekal”. Berarti, terbukti sekali bahwa Bung Karno adalah salah satu manusia yang punya gagasan yang tegas.

Itulah Bung Karno, tidak seorang pun dapat melawan keputusannya. Karena setiap keputusan yang diambil hanya untuk Indonesia. Entah itu untuk membangun martabat bangsa, ataupun membangun lambang semangat bangsa.

Baiklah saya menceritakan salah satu monumen peninggalan Bung Karno yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berada di komplek Gelora Bung Karno:

Bermula dari Asian Games III Tahun 1958 di Tokyo dimana oleh Asian Games Federation, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara Asian Games ke IV tahun 1962. Maka  Presiden Soekarno segera menentukan lokasi yang tepat untuk perhelatan akbar tersebut, dengan membangun Sarana dan Prasarana Olahraga. Melihat letak geografis dan pengembangan kota Jakarta di kemudian hari, maka pilihan jatuh ke arah selatan yaitu daerah Senayan, yang merupakan batas antara Jakarta Kota dan Satelit Kebayoran Baru. Ide pembangunan gelanggang olah raga ini diprakarsai langsung oleh Presiden Soekarno dengan mencontoh gelanggang olah raga Uni Soviet di kota Moskow yang didalamnya terdapat Stadion Luzhniki.

Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958. Dan tentunya dengan dana yang cukup besar tersebut itu menjadikan gelanggang olahraga ini sebagai gelanggang olah raga terbesar di Indonesia. dan stadionnya menjadi stadion sepakbola terbesar di Indonesia.

Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama stadion serbaguna ini diubah menjadi Stadion Utama Senayan. Tetapi, setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama stadion ini dikembalikan kepada namanya semula menjadi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) melalui Surat Keputusan Presiden No 7/2001, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion dengan mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton karena dilakukan penyempurnaan nomorisasi bangku. Stadion yang memiliki kekuatan lampu penerangan sebanyak 1.200 luks ini memiliki lapangan sepakbola berukuran 110 x 60 meter dan memiliki panjang sentel ban 800 meter.

Selain fungsi stadion ini yang menjadi saksi bisu sejarah berlangsungnya pertandingan – pertandingan akbar nasional dan internasional, stadion ini juga digunakan untuk arena kampanye, pembacaan pidato-pidato, dan acara-acara sosial lainnya.

Salam Kemerdekaan! (Bossga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s