Mantan Presiden Soeharto Calon Pahlawan Nasional, Pantaskah?

Seperti yang banyak kita dengar akhir-akhir ini, ialah adanya penyaringan 10 nama tokoh masyarakat, dan pejuang pada masa lalu yang akan mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Seperti yang diberitakan oleh Vivanews, kesepuluh calon Pahlawan Nasional tersebut diantaranya:

  1. Mantan Presiden RI Soeharto
  2. Mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid
  3. Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin
  4. Habib Sayid Al Jufrie,
  5. Andi Depu dari Sulawesi Barat
  6. Johanes Leimena dari Maluku
  7. Abraham Dimara dari Papua
  8. Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan
  9. Pakubuwono X dari Jawa Tengah
  10. Sanusi dari Jawa Barat.

Menurut sekretaris kabinet, Dipo Alam, kesepuluh nama ini diperoleh Kemensos atas usulan dari masyarakat dan berbagai pihak. Kini 10 nama tersebut diajukan ke Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa yang dipimpin Menko Polhukkam. Hingga pada akhirnya diajukan kepada Presiden.

Melihat kesepuluh nama diatas, mungkin kita masih sedikit janggal dengan Mantan Presiden Soeharto. Pro dan Kontra diantara masyarakat pun tak terelakkan. Ada yang setuju, dan ada pula yang tidak setuju dengan pencalonan nama Soeharto.

Mengapa tidak? Sepak terjang Soeharto di Indonesia sangat kontroversial. Mulai dari perjuangannya terhadap kemerdekaan hingga permainan politiknya di Indonesia. Peran serta Soeharto tidak dapat dikatakan kecil ketika zaman merebut kemerdekaan. Sebut saja ketika Agresi Militer Belanda yang berujung pada Serangan umum 1 Maret 1949, seperti yang ditulis dalam otobiografi Letkol. Dr. Wiliater Hutagalung yang mengatakan demikian:

… Sesampainya di wilayah Brigade X, kepada kami diberitahukan, bahwa pertemuan akan diadakan di salah satu sekolah desa. Oleh karena ada hal yang mencurigakan, pertemuan dipindahkan ke sebuah gubug di tengah sawah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 5 (lima) orang, yakni Panglima Divisi/Gubernur Militer Kolonel Bambang Soegeng, Perwira Teritorial Letkol. dr. W. Hutagalung beserta ajudan, Letnan Amron Tanjung dan Komandan Brigade X Letkol. Suharto beserta ajudan. Panglima Divisi membuka rapat dengan kata-kata : ”Bersama ini rapat dibuka dan dipersilahkan Dr. Hutagalung untuk menguraikan tujuan”. Penulis berdiri serta mengulurkan tangan kepada Komandan Brigade X Letkol. Suharto dan mengatakan : ”Saudara Suharto, saya ucapkan selamat pada saudara Suharto oleh karena ditakdirkan untuk memegang peranan penting dalam perjuangan kita. Nama saudara Suharto akan dicantumkan dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan untuk kemerdekaan Republik Indonesia”. Setelah duduk kembali, penulis meneruskan dan menguraikan tentang sidang di gunung Sumbing yang dihadiri pimpinan pemerintahan sipil dan militer serta pertemuan dengan Wakil KSAP Kolonel Simatupang, dengan keputusan :

* Perlu melancarkan serangan “spektakuler” untuk meyakinkan dunia pada umumnya, khususnya Amerika Serikat, bahwa Negara Republik Indonesia masih ada, mempunyai wilayah pemerintahan, organisasi dan kekuatan militer. Agar Amerika Serikat mempertegas dukungan terhadap resolusi PBB, serta menghentikan bantuan keuangan dan persenjataan pada Belanda yang sebenarnya sudah bangkrut.* Memilih kota Yogyakarta sebagai sasaran, dan menugaskan Komandan Brigade X/Wehrkreise lll, Letnan Kolonel Suharto untuk melaksanakan rencana ini.

Kemudian Letkol dr. Wiliater Hutagalung mengajukan pertanyaan: “Siapkah saudara Suharto untuk melaksanakannya ?”

Dijawab : “Siap!”

Setelah itu diuraikan secara rinci pembicaraan dalam rapat di lereng Gunung Sumbing dan di Banaran, terutama mengenai tujuan yang ingin dicapai, yaitu agar supaya pemuda-pemuda berseragam Tentara Nasional Indonesia yang bisa berbahasa Inggris, Belanda atau Perancis dapat masuk ke Hotel Merdeka, guna berbicara dengan wartawan-wartawan asing yang berada di Hotel tersebut. Diperoleh informasi, bahwa utusan Dewan Keamanan PBB, United Nations Commission for Indonesia (UNCI) masih berada di Yogyakarta. Harus diusahakan agar mereka dapat melihat Tentara Nasional Indonesia. Mengenai persiapan dengan pemuda-pemuda tersebut, harus dikoordinasikan dengan Wijono dari PEPOLIT. Serangan harus dilaksanakan antara tanggal 25 Februari dan 1 Maret 1949, agar supaya sesuai dengan instruksi yang telah dikeluarkan oleh Panglima Divisi kepada komandan-komandan pasukan lainnya di sekitar Yogyakarta…

Dikatakan sangat jelas sekali bahwa peran serta Soeharto dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sangat besar.

Peran Soeharto berlanjut dalam dunia politiknya yang dimulai pada saat Gerakan 30 September 1965. Jutaan jiwa juga turut menjadi korban dalam insiden ini. Soeharto berhasil mempropagandakan PKI sebagai dalang gerakan keji ini.

Soeharto dan Amerika menjadi ‘sepasang kekasih’ yang tidak dapat terpisahkan. Kedua pasangan ini memberi warna baru dalam perpolitikan Indonesia pasca G30S, terutama setelah Presiden Soekarno tumbang dari kursi kepresidenannya.

Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun menjadi jalan panjang sepak terjang perpolitikkan Soeharto di Indonesia. Banyak kebijakan yang telah ia buat, dimana menurut saya hanya menguntungkan dirinya dan ‘pasangannya’ itu saja. Pinjaman demi pinjaman yang dilakukan Soeharto tidak ada henti-hentinya, KKN terjadi dimana-mana dan tidak lepas dari diri Soeharto. Hingga anggapan “Orang yang dekat dengan Soeharto adalah orang beruntung.” tidak lagi terelakkan. Karena banyak kebijakan yang ia lakukan menguntungkan para kerabatnya. Pengangkatan anak-anaknya menjadi menteri-menteri pada zaman orde baru menjadi salah satu bukti perbuatan ‘menguntungkan’ Soeharto.

Program Pembangunan Lima Tahun menjadi kebijakan politiknya yang sangat kontroversial, karena mengubah wajah Indonesia secara cepat. Banyaknya investor asing masuk juga membuat perekonomian Indonesia meningkat.

Akhir pemerintahannya terjadi ketika semua hutang-hutangnya jatuh tempo pada Mei 1998. Harga sembako melonjak dimana-mana, PHK besar-besaran tidak terelakkan, pengangguran meningkat, dan kemiskinan dimana-mana. Hal itu menjadi pemicu para mahasiswa untuk melakukan protes dan tuntutan terhadap Presiden Soeharto agar turun dari kursi kepresidenanya.

Indonesia dilanda teror. Dimana-mana terjadi bentrokan antara rakyat dan mahasiswa terhadap kepolisian. Hal ini berbuntut pada peristiwa semanggi yang masih belum jelas hasilnya sampai saat ini. Presiden Soeharto mencari cara untuk menstabilkan emosi rakyat, sejumlah kebijakan ia lakukan seperti merombak para kabinetnya.

Pendudukan gedung MRP-DPR Ri menjadi puncak keresahan rakyat. Soeharto dipaksa mundur dari pemerintahan. Malahan, para menterinya sudah angkat tangan terhadap Suharto.

Soeharto menyerah. Tepat pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia dan digantikan oleh Wakilnya BJ Habibie. Masa itulah yang menandakan akhir dari era-Orde Baru dan dimulainya era-Reformasi.

Itulah sepak terjang Soeharto. Jadi, menurut anda apakah dia layak menjadi Pahlawan Nasional? Biarlah anda menilai itu sendiri.

Salam KEMERDEKAAN, (Bossga)

5 pemikiran pada “Mantan Presiden Soeharto Calon Pahlawan Nasional, Pantaskah?

  1. Soeharto masih perlu pengkajian lebih dalam untuk mendapat predikat ” PAHLAWAN ” masih banyak misteri yang dibuktikan dengan benar sesuai petunjuk & bukti yang benar.

    1. mungkin cerita perihal peran Soekarno belum saya rangkum, namun beberapa artikel saya telah menjelaskan perihal Mantan Presiden 1 kita itu… Boleh di cek melalui “Pencarian dokumen” di kanan atas blog, dengan mengetik “Soekarno” atau “Bung Karno”.. Salam

  2. Suharto sangat TIDAK LAYAK mendapat gelar pahlawan, banyak kisah yang menggambarkan dia itu hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, bermuka dua, menghantam kawan seperjuangannya sendiri dsb dsb. Suharto lah otak utama peristiwa G30S dan bajir darah di Indonesia yang ia timpakan kepada PKI. waduh, pokoknya banyak dah gak terhitung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s