Kebangkitan Sepakbola Tanah Air, Kebangkitan Nasionalisme Bangsa

 

“Garuda di dadaku.. Garuda Kebanggaanku… Ku yakin hari ini pasti menang!! Kobarkan semangatmu.. tunjukkan sportifitasmu.. ku yakin, hari ini pasti menang!!!!!”

Tidak dipungkiri dalam sebulan terakhir topik terhangat masyarakat Indonesia adalah seputar Tim Nasional. Timnas berhasil menumbangkan lawan-lawannya hingga sampai di partai final Piala AFF (Asean Footbal Federation) Suzuki Cup 2010.

Perjuangan Firman Utina cs dalam mencetak gol ke gawang lawan bisa dibilang sangat bagus. Timnas saat ini sudah memiliki wajah-wajah baru, diantaranya ada yang berasal dari pemain Naturalisasi seperti Irfan Bachdim dan Gonzales serta ada yang berasal dari pemain-pemain muda berbakat hasil pengamatan pelatih baru timnas Alfred Riedl asal Austria. Akibatnya, kekompakan timnas menjadi lebih solid dan timnas mampu memberikan permainan yang gemilang.

Demam Sepakbola

Publik tanah air sedang merasakan demam sepakbola. Yel-yel “Garuda di Dadaku” menggema ke seluruh Nusantara. Sepakbola tanah air mengalami kebangkitan. Hal ini berdampak pada rasa nasionalisme bangsa yang seolah sudah mulai pudar, kembali berkobar. Berbagai orang yang berbeda kepentingan, tujuan, bahkan suku kembali dipersatukan oleh aksi permainan timnas yang hampir selalu membuat kejutan para penggemar bola di Indonesia.

Lihat saja antusiasme masyarakat penggila sepakbola dari seluruh penjuru tanah air yang datang pada pertandingan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Mereka rela berdesak-desakkan hanya demi menonton aksi tim kebanggaan mereka. Di pertandingan ini, sudah tidak ada lagi yang namanya JackMania, Aremania, dll. Mereka semua sudah dipersatukan demi satu tujuan yakni mendukung Tim Nasional.

Sampai-sampai Presiden dan sejumlah pejabat maupun tokoh negeri ini pun ikut-ikutan demam sepakbola. Situasi politik Indonesia yang sedang semrawut saja seperti dilupakan sejenak karena tersihir oleh demam sepakbola. Bahkan para pejabat yang tadinya bermusuhan, kembali bersalaman dan melupakan masalah mereka sejenak.

Jika kita tengok para korban bencana alam di Indonesia, mereka pun antusias menyaksikkan tim nasional kebanggaan mereka bermain. Betapa demam sepakbola menggelora ke seluruh penjuru Nusantara.

Sebuah harapan untuk Timnas

Meski baru sebatas Asean, Timnas sudah membuktikkan bahwa mereka patut diwaspadai. Hal ini harus terus dilanjutkan sampai kita dikenal di kancah dunia. Timnas tidak boleh lengah menghadapi lawan-lawannya apalagi meremehkan mereka.

Ayo Timnas, jangan kotori prestasimu dengan berbagai tindakan yang tidak perlu (kecurangan, permainan kotor dan tidak sportif). Buktikan bahwa engkau bisa bermain bagus dan sportif di dalam maupun di luar kandang sendiri! Kami rakyat Indonesia mendukungmu untuk menggapai prestasi puncak. Semoga!

*Cat: Mari kita doakan agar timnas menang melawan Malaysia di partai final piala AFF (26 dan 29 Desember 2010) dan menjuarai pertandingan-pertandingan internasional lain

“Ini baru awal, mari kita doakan agar timnas terus membenahi diri”

Salam Kebangkitan Olahraga!

Satu pemikiran pada “Kebangkitan Sepakbola Tanah Air, Kebangkitan Nasionalisme Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s