DINAMIKA HIDUP SEORANG PENCETUS SATYAGRAHA

                                               Gambar 1.1. Mahatma Gandhi

Mempunyai kepala plontos, berpenampilan seadanya hanya dengan memakai pakaian yang terbuat dari kain putih, vegetarian, dan mempunyai hobi berjalan kaki melintasi daratan tanpa menggunakan alas kaki. Siapa yang tidak kenal dengan seorang tokoh dunia dari India yang jasadnya kini sudah tiada. Dialah Mohandas Karamchand Gandhi atau yang terkenal dengan nama Mahatma Gandhi.

Mahatma Gandhi adalah satu dari banyak pemimpin India yang dikenal sebagai tokoh yang penuh dengan kedamaian. Gandhi dikenal sebagai seorang sosok yang memimpin rakyat India untuk lepas dari belenggu penjajarahan Inggris dengan berdasarkan kedamaian. Sebagai seorang penganut agama Hindu, Gandhi menerapkan ajaran agamanya untuk menginspirasi dunia untuk memperjuangkan kemerdekaan tanpa menggunakan kekerasan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Mohandas Karamchand Gandhi lahir pada tanggal 2 Oktober 1869 di Porbandar, Gujarat, India Britania. Tokoh pembebas India dari tangan penjajahan Inggris ini siapa sangka ternyata terlahir dalam kasta Waisya (pedagang). Kakeknya, Ota Gandhi, adalah perdana menteri dari salah satu negara pangeran dari British India, Gujarat, dan ayahnya, Karamchand Gandhi merupakan Perdana Menteri pertama Kadipaten Porbandar, Rajkot.

Gandhi baru berusia 13 tahun ketika ia menikahi Kasturbai Makhanji. Kasturbai saat itu berusia 14 tahun. Mereka memiliki anak pertama mereka ketika ia berusia 15 tahun.

Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum di University College London. Menariknya, ia tiba di London pada tahun 1888, tahun yang cukup terkenal karena pembunuhan aneh dari Jack the Ripper. Ia menjadi vegetarian disana karena ia bersumpah kepada ibunya untuk menjadi biksu. Sehingga ia tidak makan selama beberapa waktu hingga ia menemukan sebuah restoran vegetarian.

Setelah sukses menjadi seorang pengacara, dia kemudian melanjutkan perjalanannya ke Afrika Selatan dimana negara tersebut juga menjadi koloni Inggris. Disana dia hidup selama 21 tahun dan mengalami diskriminasi ras yang dinamakan politik apartheid. Dia bekerja keras untuk hak-hak orang India yang menetap di Afrika Selatan dan tak lama kemudian dia menjadi pemimpin komunitas India. Karena itu, tidak jarang ia masuk keluar penjara karena dianggap sebagai pemberontak oleh kolonial Inggris. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut, tetapi tidak dengan jalan kekerasan. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan atau biasa disebut Satyagraha (bahasa Sansekerta untuk “kekuatan kebenaran”) di Johannesburg, Afrika Selatan.

“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” – Mahatma Gandhi

Pada tahun 1891, Gandhi sempat kembali ke India setelah mendengar kabar kematian ibunya. Dua tahun kemudian, Gandhi kembali ke Afrika Selatan untuk mengembangkan karirnya dengan berkarya di naungan Dada Abdullah & Co.

Pada tahun 1894 Gandhi membantu Natal Indian Congress di Afrika Selatan untuk menyatukan suara politik yang otomatis membuat Gandhi diserang pada tahun 1897 oleh para demonstran berkulit putih. Kemudian tanggal 11 September 1906, Gandhi menggelar demonstrasi Satyagraha yang mengutamakan demonstrasi tanpa kekerasan. Semenjak itu, konsep Satyagraha dikenal luas dan banyak diadopsi oleh banyak bangsa.

                                                      Gambar 1.2. Gandhi berbicara

Gandhi kembali ke India pada tahun 1915 untuk membantu India lepas dari jajahan koloni Inggris. Ia lantas bergabung dengan Indian National Congress. Di sana dia bertemu dengan Gopal Krishna Gokhale yang banyak menginspirasi pemikiran Gandhi. Pada tahun 1920, Gandhi mulai mengambil alih kepemimpinan Indian National Congress dan berhasil mengantarkan India pada kemerdekaan mereka sepuluh tahun kemudian, pada tanggal 26 Januari 1930. Walaupun begitu, Inggris masih memiliki kuasa dalam pemerintahan India.

Pada akhir tahun 1930, pemerintahan Gandhi menarik dukungan politis ketika pemerintahan Viceroy (Inggris) mendeklarasikan perang terhadap Jerman tanpa persetujuan pemerintahan India. Pemerintahan Gandhi kemudian mendesak Inggris untuk memberikan kemerdekaan mutlak bagi India. Desakan itu berdampak pada pemenjaraan Gandhi dan para cendekiawan India lainnya. Pada saat yang bersamaan, persekutuan umat Muslim yang bersekutu dengan pemerintahan Inggris menginginkan wilayah terpisah atas kaum Hindu. Inggris pun mengabulkannya. Pada Agustus 1947, Inggris membagi wilayah India untuk kaum Hindu dan Pakistan untuk kaum Islam. Sejak saat itu, Pakistan semakin gencar menginginkan kemerdekaan mutlak bagi mereka, tetapi hal ini tidak disetujui oleh Gandhi. Meskipun Gandhi adalah seorang Hindu, tetapi dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan bisa hidup bersama secara damai di dalam satu negara.

Pemisahan wilayah tersebut menghantarkan India pada kejahatan genosida dan perang antar kedua agama tersebut dan kaum Kristiani. Pada tahun 16 Agustus 1946, Gandhi mendatangi wilayah tersebut untuk menghentikan peperangan yang terjadi. Setahun kemudian, kemerdekaan negara India diproklamasikan.

Semakin tinggi pohon, semakin besar angin yang bertiup untuk menjatuhkannya. Selain mendapatkan banyak sanjungan sebagai pemimpin ulung, Gandhi juga banyak memiliki musuh politik. Pada tanggal 30 Januari 1948, Gandhi wafat setelah ditembak oleh Nathuram Godse ketika Gandhi hendak beribadah. Nathuram Godse merupakan seorang nasionalis ekstrimis Hindu yang tidak setuju dengan keputusan ekonomi yang dicetuskan Gandhi terhadap Pakistan.

Atas jasanya, Gandhi mendapatkan banyak penghargaan. Salah satu penghargaan yang paling melekat padanya adalah nama Mahatma yang disematkan padanya, yang memiliki arti guru yang berjiwa besar.

Prinsip Gandhi, Satyagraha, telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King Junior dan Nelson Mandela. Gandhi pernah mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional; kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa). 

 

Salam,

(Bossga)

 

*dari berbagai sumber

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s