1550995

Mengakhiri Sebuah Era

Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mau mengakhiri periode hidupnya dengan hal-hal yang tidak dapat dibanggakan. Sekalipun kemampuannya terbatas, keinginan untuk melakukan suatu karya besar tetap ada tersimpan di lubuk hatinya yang terdalam.

Akhir sebuah era kadang menjadi ironi tersendiri bagi mereka yang menjalankannya. Ironi apakah era yang akan berlalu ini menjadi era yang meninggalkan kenangan manis atau malah tidak menjadi kenangan sama sekali untuk era-era selanjutnya. Hal itu menjadi kegalauan sendiri yang terus menghantui diri kita sampai saat itu tiba.

Akhir sebuah era biasanya ditandai dengan adanya pesan dan kenangan yang ditinggalkan. Menilik dari kisah Pandawa, pasca wafatnya Kresna, Byasa menyarankan para Pandawa agar meninggalkan kehidupan duniawi dan hidup sebagai pertapa. Sebelum meninggalkan kerajaan, Yudistira menyerahkan tahta kepada Parikesit, cucu Arjuna.

Lain halnya dengan sosok legenda tim nasional Indonesia ini. Bambang Pamungkas sangat identik dengan nama “Bambang” diatas nomor punggung yang selalu ia kenakan saat membela tim nasional maupun klubnya. Jika teman-teman ingat pada saat laga terakhirnya di Piala AFF 2012, ada yang aneh dengan dirinya. Dia mengenakan jersey bertuliskan nama “Pamungkas”. Rupanya benar, itu adalah laga pamungkasnya bersama tim nasional.

“Segala rekor saya tak ada artinya jika saya tak meraih trofi,” katanya. “Sebuah trofi penting bagi Indonesia dan akan menjadi akhir yang manis sebelum saya pensiun”. Ya, satu penyesalan yang terus menghantui mantan kapten tim nasional tersebut sampai saat ini, yakni ketidakberhasilan dirinya menhantarkan Garuda menjuarai even-even resmi internasional. Akankah rasa itu akan membekas pada diri kita seusai kita menghantarkan era kita sampai pada titik akhir perjalanan?

Teman, mengakhiri sebuah era berarti mengakhiri sebuah cerita pahit-manis yang berlangsung. Mengakhiri sebuah era berarti erat kaitannya dengan bagaimana memodalkan era yang baru. Bagaimanakah keinginan kita saat mencapai akhir sebuah era? Apakah kita mau meninggalkan sebuah pesan dan kenangan di akhir era tersebut? Mari kita bersama-sama meninggalkan kenangan manis, kenangan indah, kenangan yang tak terlupakan untuk kemudian menjadi senyum manis tak terlupakan.

Salam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s